Notification

×

INDEKS BERITA

Tag Terpopuler

Jembatan Pisau Hilang Dibangun Ulang Pasca Banjir, PUPR Gelontorkan Dana Rp7,5 Miliar

Jumat, 26 September 2025 | September 26, 2025 WIB Last Updated 2025-09-27T03:47:51Z

 


GUGUAHSE, Solok, (SUMBAR)|– Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun ulang Jembatan Pisau Hilang di Kenagarian Lolo, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Pembangunan ini merupakan langkah tanggap pasca rusaknya jembatan akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.


Jembatan ini memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung utama antara Kabupaten Solok dengan Kabupaten Solok Selatan, dua wilayah yang bergantung pada infrastruktur ini untuk mobilitas warga, distribusi logistik, dan akses layanan publik.


Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat di bawah Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II (PJN II), proyek ini mulai dilaksanakan sejak 29 April 2025 dan ditargetkan selesai pada Desember 2025, atau dalam waktu 240 hari kalender.

Anggaran Capai Rp7,59 Miliar, Kontraktor dan Konsultan Turun Langsung


Pekerjaan ini tercatat dalam Kontrak Nomor HK.02.01/KTR.03.PPK-2.5-PJN.II/IV/2025 dengan total anggaran sebesar Rp7.597.499.000.


Pembangunan jembatan dipercayakan kepada kontraktor pelaksana CV. Rokade Coorperation, dengan dukungan dari konsultan supervisi gabungan antara PT. Exxo Gamindo Perkasa dan PT. Arci Pratama Konsultan.


PPK Rai fraja novfandro : Akses Vital, Harus Tuntas Tepat Waktu


Proyek ini berada di bawah pengawasan langsung Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.5) Rai Fraja Novfandro, ST., M.Sc. bersama Kepala Satuan Kerja (Kasker) Masudi. Keduanya menyampaikan komitmen kuat agar pembangunan berjalan sesuai standar mutu dan waktu yang telah ditetapkan.


“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat Solok dan Solok Selatan. Setelah rusak akibat banjir, akses masyarakat sempat terganggu. Maka proyek ini tidak hanya penting dari sisi infrastruktur, tapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi warga,” ujar Rai fraja novfandro dalam keterangannya.


Tantangan Lapangan: Lalu Lintas Padat dan Cuaca Ekstrem

Pekerjaan pembangunan di lapangan bukan tanpa tantangan. Menurut perwakilan kontraktor, Redismet, tim pelaksana harus bekerja ekstra hati-hati karena lokasi proyek berada tepat di jalur lintas utama yang ramai kendaraan setiap hari.


“Kami harus fokus penuh. Jalur ini sangat sibuk, banyak kendaraan melintas, dan cuaca juga kerap tidak menentu. Tapi kami tetap berkomitmen menyelesaikan sesuai jadwal,” ujarnya.


Tak hanya dari sisi teknis, Redismet juga menekankan pentingnya pendekatan sosial kepada warga sekitar proyek agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa gangguan.


“Kami terus melakukan komunikasi dengan warga sekitar agar aktivitas proyek bisa diterima dengan baik dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” tambahnya.


Pembangunan Pulihkan Konektivitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi


Jembatan Pisau Hilang bukan hanya sekadar penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga tulang punggung konektivitas lokal yang sangat dibutuhkan untuk memperlancar aktivitas perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya.

Setelah rampung, jembatan ini diharapkan tidak hanya memulihkan akses pasca bencana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur daerah serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Solok Raya dan sekitarnya.  (Fit/maruli)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update